Latest Entries »

Ini kejadian yang memalukanku. Diawali sore kamarin ketika sebuah sms dari rekan alumni sekolahku mengabarkan hal yang mengagetkanku, “Buka fb pak! ada berita duka. Pak Tris Meninggal Dunia.” Dengan sigap aku membuka fb grup alumni. Tanpa membaca wall “berita duka” yang ada di situ aku langsung menuliskan comment belasungkawa atas meninggalnya Pak Tris. “Innalillahiwaina’ilaihi roji’un, semoga Pak Tris mendapat tempat yang indah di sisi-Nya. Pak Tris adalah salah satu guru yang banyak berjasa pada pendidikanku di masa itu” tulisku. Apa yang aku tulis bukan mengada-ada, memang Pak Tris banyak membantu pendidikanku saat SMP hingga aku bisa mendapat beasiswa 3 tahun penuh. Jadi berita meninggalnya Pak Tris memang membuatku berduka.

Bebera saat lalu aku makin kaget ketika membaca comment baru di fb grup alumni tentang berita duka ‘meninggal’nya Pak Tris yang ditulis oleh kakak angkatan alumniku; “yang meninggal bukan pak trisno, tetapi istrinya…”. Tanpa ba,bi, bu, langsung aku delete comment-ku sebelumnya dan membuat comment berduka atas meninggalnya istri Pak Tris. Bersamaan dengan itu, sebuah sms dari teman yang pertama kali sms berita duka itu aku terima; “Pak maaf, salah info, yang meninggal istrinya Pak Tris. Maaf ya.”

Aku malu dan merasa tidak enak hehehe. Semoga Pak Tris tidak punya fb.

Advertisements

Indahnya Hari Libur

Berisik mesin air

Berisik suara iklan di TV

Berisik anak menangis rebutan mainan

Berisik pedagang lalu lalang di depan

Berisik suara mesin pengering cucian

Berisik peralatan dapur beradu

Berisik siulan air mendidih di dapur

Berisik telpon dan sms di handphone

Prolog: Guen

Guan merapatkan baju tidur yang melindunginya dari dingin di pagi yang belum lagi sempurna. Sejak dini hari tadi kantuk tiba-tiba lenyap dari matanya. Ia sudah membolak-balik badannya berharap kantuk segera lelapkannya lagi hingga nanti saat matahari telah meninggi, tapi kantuk justru menjauh pergi. Di sebelahnya suaminya tertidur pulas berselimut sedada mendengkur perlahan. Guen bangkit dari peraduannya, terduduk sebentar dan berjalan menuju kursi di hadapannya. Sekilas ia sempat berkaca melihat sembab di matanya yang masih terlihat usai dia menangis semalam. Guan memandang kotak kecil berhias pita hitam-putih di atas meja kecil disebelahnya, tepat di bawah lampu meja yang baru saja dinyalakannya.

Apakah isi kotak kecil itu?

maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya
terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam

jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup

tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya

tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

maafkan kali ini
aku harus jujur

Di dalam hatimu
T’lah aku temukan
Arti kebahagian

Bersama dirimu
Aku merasa berarti

Sanggupkah dirimu
Untuk bertahan
Hingga waktu tak berjalan

Mencintaiku
Walau bintangku tak terang

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini

Betapa hidupku takkan pernah sama
Bila kau tinggalkan ku
Tetaplah disini saling memiliki
Selama-lamanya

Tiada arti semua bila kau pergi

Genggamlah tangganku dan peluklah diriku
Saatku jatuh nanti menangis sepi

Peterpan – Yang Terdalam

Kulepas semua yang kuinginkan
Tak akan kuulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa
Di jiwa

Nidji – Sang Mantan

Dulu aku kau puja
Dulu aku kau sayang
Dulu aku sang juara
Yang slalu engkau cinta
Kini roda telah berputar

Kini aku kau hina
Kini aku kau buang
Jauh dari hidupmu
Kini aku sengsara
Roda memang telah berputar

Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Sakit teriris sepi
Ketika cinta telah pergi
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Mana janji manismu
Setia sampai aku mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri

Mana janji janjimu

Mulut Api

Aku lelah, tapi masih saja memaksa otakku menjaga keseimbangannya dengan segala daya. Sudah 28 jam lebih aku memacu mata dan otak kanan-kiriku untuk merumuskan kaidah-kaidah irasional ke dalam bentuk yang tak biasa. Dan di sini, menyendiri menenggak kopi adalah caraku mempertahankan kelopak agar tak menuntut mengatup.

Kulihat berkeliling: Manusia-manusia tanpa jiwa lalu lalang di sekelilingku dengan tubuh tegap, congkak dan penuh prasangka.

Di balik kelopak yang indah dan memantul warna warni lampu itu tersimpan kemarahan dan kebencian terhadap apapun yang di hadapannya. Pada kursi, pada meja, pada dinding dan tentu pada manusia ‘terendah’ yang duduk di lantai sambil mengerang.

Dan setiap mulutnya terbuka hendak bicara, semburan lidah api dan remah-remah kaca merobek dan membakar semua yang dihadapinya. Menyakiti hingga ulu hati, mengiris hingga darah mengalir amis.

Aku tak lagi sanggup melihatnya. Biarlah manusia-manusia tanpa jiwa itu menjalankan tugasnya sebagai dajal dari lidah api yang selalu membakar jiwa segala di hadapannya.

Aku menutup mata. Menghitung langkah dalam hati hingga manusia tanpa jiwa itu ada di sisi. Kopi ini harus kusiram ke mulutnya hingga apinya mati.

Mr. Big – Anything for You

You have me burnin’ up
With your bad timing
One small moment
I’m lost in your love

I’m lost and innocent
Turn my head around
Your one liners
I can do without

Easy come, easy go
I can’t back down baby
I should have let you know that

I would do anything for you
Anything for you
If I only had you by my side
I would do anything for you
Anything for you
So wave goodbye
Anything for you

One day comes
And I dissappear
You’ll get your independance
Free and clear

Ah, you got it in you
A chance to make it work
Your heart will keep on beating
And I’ll still hurt

Serieus – Kecuali Dia

Sayang
Pertama kali kita berjumpa dulu
Indah
Tak pernah aku dapat bayangkan lagi
Saat ini ku terlupa
Lupakan senyum manismu
Maafkanlah aku lagi

Sayang
Tak kan ada cinta
Yang dapat merenggut hatiku
Tak kan ada cinta
Yang dapat merenggut hatiku
Kecuali dia

Andai diriku ini tetap seperti dulu
Tak pernah kuhianati cintamu pada diriku
Saat ini ku terlupa
Lupakan senyum manismu
Maafkanlah aku lagi
Sayang

———

Lagu ini berarti banyak buat hatiku, walaupun ringan tapi dalem