Archive for January, 2010


Prolog: Guen

Guan merapatkan baju tidur yang melindunginya dari dingin di pagi yang belum lagi sempurna. Sejak dini hari tadi kantuk tiba-tiba lenyap dari matanya. Ia sudah membolak-balik badannya berharap kantuk segera lelapkannya lagi hingga nanti saat matahari telah meninggi, tapi kantuk justru menjauh pergi. Di sebelahnya suaminya tertidur pulas berselimut sedada mendengkur perlahan. Guen bangkit dari peraduannya, terduduk sebentar dan berjalan menuju kursi di hadapannya. Sekilas ia sempat berkaca melihat sembab di matanya yang masih terlihat usai dia menangis semalam. Guan memandang kotak kecil berhias pita hitam-putih di atas meja kecil disebelahnya, tepat di bawah lampu meja yang baru saja dinyalakannya.

Apakah isi kotak kecil itu?

maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya
terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam

jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup

tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya

tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

maafkan kali ini
aku harus jujur