Pfff! Aku masih rasakan lelah kakiku malam ini usai menyusuri malam sendirian. Aku biarkan sepatu dan kaus kakiku berserakan dilantai. Enggan rasanya membuang waktu memindahkan barang-barang itu ke tempat yang lebih layak. Aku ingin menikmati segar dan bebasnya telapak kakiku dari sepatu yang telah lama melingkupi kakiku.

Layaknya hari-heri sebelumnya, beban masih saja bertengger di kedua pundakku. Beban yang kadang lebih berat dari yang aku mampu dan kadang serasa hilang entah kemana. Bukankah hidup tidak wajar jika tak ada beban yang harus dipikul? Karenanya aku menerima beban itu sebagaimana harus aku emban.

Beban itulah yang membuat tubuhku makin berat dan memaksa kedua kakiku menopang sarat yang tiada kira. Ujung-ujungnya, sepatuku seperti penjara yang meremas kebebasan kakiku. Tapi karena alasan etika dan keindahan, aku harus menahan sekian lama sesaknya ia mencengkeram kakiku.

Aku harus bebaskan kakiku. Aku harus bebaskan sepatuku.

Walaupun bau!

Advertisements