Mungkin nanti semua akan merasakan perasaan yang aku alami. Pada orang-orang yang telah melewatinya lebih dulu aku bisa rasakan maknanya. Bohong jika kekhawatiran tak mengena setitikpun syaraf di kepalanya. Tapi tetap saja ini jadi rahasia.

Alur hidup yang tak tertebak ini sungguh menyenangkan. Itulah kenapa tercipta takdir. Takdir dikatakan saat perjalanan tak terduga kehidupan ini  terlewati. Maksudnya, orang bicara tentang takdir saat takdir telah melewatinya, bukan sebelumnya. Jika hidup ini tertebak alurnya alangkah tidak menyenangkannya dunia. Semua berlaku seperti mesin-mesin di pabrik: Monoton dan robotik.

Seperti membuka album foto masa kecil yang tersimpan lama di gudang. Sekalipun berdebu dan kecoklatan warnanya, kenangan tak bisa diubah. Seribu cerita sudah pasti berada di sekelilingnya, tak peduli cinta, amarah, bahagia atau bahkan prasangka. Dan dalam beberapa hari ini aku sibuk merangkai remah-remah masa lalu yang mulai berhamburan dibias kesibukan masa kini. Tujuannya tentu bukan untuk menilai sesuatu yang keluar dari aku, tapi untuk menilai sesuatu yang masuk ke dalam jiwaku. Dan ternyata besar!

Itulah kenapa ada kehilangan tak terhingga atas jarak yang segera terbuat antara aku, pikiranku dan kenangan itu. Aku sadar bahwa sejujurnya tak pernah ada kehilangan selama aku tak pernah merasa memilikinya. Karena itulah aku kantongi remah-remah itu dalam saku celanaku. Sesekali akan kuambil dan kunikmati dalam perjalanan. Untuk buatku tak sendiri. Untuk buatku selalu berarti. Di hati.

Advertisements