Mungkin aku kuwalat. Beberapa waktu lalu sempat mengomentari tulisan di blog Fanabis yang berjudul “Disetrap Facebook“. Aku gak habis pikir, masak sih sampai segitunya Mbah KW kesengsem Facebook. (Mungkin) Aku sudah punya Facebook lebih dulu dari pada Direktur Fanabis itu, tapi sampai hari ini aku belum melihat keasyikan di sana, selain pernak-pernik yang rumit menurutku (Duh, ndeso banget ya aku…).

Memang, selain untuk melihat foto teman (yang lebih sering diupdate daripada Friendster), si “Buku Muka” ini menawarkan ‘intervensi’ user yang lebih asik dan jamak. Dan aku adalah orang yang sama sekali tidak bisa memanfaatkan si Buku Muka itu. Bukannya tidak mau, tapi benar-benar tidak bisa aliasย ora dong, not understand!

Satu-satunya mainan yang bisa bikin aku teler ya si blog ini. Aku kayak kesurupan blog (paling tidak sampai saat tulisan ini ditulis). Bayangkan, hampir setiap 5 menit aku membuka blog (selama 24 jam!). Kemudian baca postingan sana-sini, komen sana-sini dan sesekali posting tulisan sendiri.

Bukannya tidak punya kerjaan, tapi gerakan Go Blog ini tidak bisa aku hentikan. Misalnya, sambil menunggu komputer loading membuka aplikasi, iseng-iseng buka browser: Eh, blog juga yang dibuka.ย Lalu? Baca postingan sana-sini, komen sana-sini dan sesekali posting tulisan sendiri. Parah!

Kalau tidak segara dihentikan, bisa jadi semua kerjaanku akan berantakan. Tapi gimana caranya? Aku seperti dapat tempat untuk bicara menulis semauku di blog ini. Belum lagi kalau mendapat teman-teman yang bikin mules pas ngasih komen saking lucunya.

Pusinggg!

Advertisements